BULLDOG Pada tahun 2xxx, Pagi itu aku bangun dengan pelan seraya mengantuk. Aku ngambil air minum dan popmie lalu memakannya. Setelah itu aku mandi dan mengenakan baju yang beratasan dan bawahan ultraman. Ini karena aku disuruh ortu buat ngantar adikku yang namanya Da Vinci yang sering dipanggil Joko ke gedung Gajayana buat ngeliat pertunjukan orang palsu make pakaian ultraman di panggung seraya joget – joget ga jelas buat ngehibur anak - anak. adikku ngira tu beneran ultraman terbang dari Korea. Sebenarnya aku sangat ga mau ngantar adeku ke tu stadion Ultraman. Tapi setelah diberi uang sebesar 2 juta rupiah oleh bunda langsung aja aku mau.
Setelah naik mobil, adikku pengen aku ngantar ke McDonaldDucks dulu karna dya lapar. Ya udah! Kuantarin aja. Anyway, adeku tu suka amet mukulin aku! Di jalan aja aku sering dipukulin. Sepeti biasa aku dipukul oleh adeku, tapi dia malah menangis setelah memukulku. Apakah dia tobat? Dan melihat siksaan neraka sungguh kejam? Ternyata itu karena dia melihat pintu MC’D tutup! Maklum ini masih kepagian, adekku nangis terus dan aku ga tau harus gimana? Tapi aku melihat pintu MC’D dibuka! Adeku langsung asoy geboy bohay tak sekira. Dia masuk dan meninggalkan aku. No way! Gw nyusul dia ke dalam en ngeliat kendesoan yang tak sekira. Tampak dia menyuruhku ke tempatnya, tapi aku pura – pura gak kenal en mesen 1 buah sayap ayam, segelas coca cola zero dan setumpuk nasi tanpa noleh adeku.
Di pintu masuk tampak ada seorang berpakaian ala Voldemort di Heri poter datang ngebawa anjing bulldognya, orang itu menatapku dingin lalu mengeluarkan ramuan kimia dari bajunya dan meminumkannya ke mulut bulldognya lalu bulldognya berubah menjadi sebesar kuda, anjingnya mulai menggonggong tak jelas lalu dia mulai menggonggong tak jelas dan menggigit adeku hingga tewas. Sementara adeku digigit aku mengambil pipa di dapur MC’D dan menebaskannya di kepala bulldog itu beberapa kali. Tampak bulldog mutan itu mengangkat kakinya dan menendangku keluar lewat jendela dan jatuh di tumpukan sampah.
Aku ketakutan setegah mati, lalu bangkit dan menemukan caliber magnum – 124 di dalam tempat sampah, aku mengambilnya dan menembak bulldog itu hingga tewas. Baru bentar ada seorang mahasiswa lari dikejar para monster aneh berbentuk laba – laba tapi sebesar Anjing! Aku mulai membidik mereka hingga tewas dua ekor, seekor laba – laba yang selamat mulai meloncat dan pengen menusukan cula di ekornya kepadaku, tapi ditebas dengan pipa oleh mahasiswa itu. Mahasiswa itu lalu dengan geer menunjukan dirinya siapa, ternyata dia mahasiswa dari universitas kipli – kipli dan bernama Aden Imron.
Tampak di lorong kami berada, ada seekor harimau mutan sebesar gajah menyerang kami dari atas, tampak dari ujung ada mobil yang dibawa seseorang ilmuan menyuruh kami masuk dan diantarkannya ke tempat aman. Di jalan ada para gorilla ngamuk dan menghempaskan mobil kami hingga terlempar. aku yang taka apa – apa lalu mencari senjata, dan menemukan sebuah senjata bius untuk membius hewan sebesar gorilla. Aku membelokan hadapanku kearah gorilla itu, tapi dia telah hilang dan datang dari sampingku lalu menyerudukku hingga pingsan dan terlempar ke atap rumah. Aden yang terbangun nemuin aku diseruduk lalu mengambil senjata bius tadi yang aku jatuhin dan aku nembak gorill itu. Beberapa saat gorilla itu pingsan, aku menghadap kebelakang dan nemuin sebuah kartu di dekat ilmuan yang tewas tadi, tampak terlihat itu ID buat masuk ke labotarium. Jadi aku dengan sepedaku pergi ke labotarium itu.Setelah sampai di labotarium, aku nemuin banyak sekali monster disini. Aku mengambil pipa besi di pojok pintu dan memukulkannya ke kepala monster – monster mutan ini. Setelah berkeliling lama di labotarium aku masuk ke ruang utama, tampak terlihat pria berpakaian ala Voldemort sedang duduk santai menugguku. Dia mengambil uryennya serta pedangnya lalu menggabungkan keduanya menjadi pedang yang bisa menembakan api hitam.
Aku mengambil shotgun yang kutemuin di lorong labotarium tadi, tampak si Voldemort membidikan Uryen kepadaku dan dia menembakan api hitam kearahku. Aku yang terlatih meloncat seraya menembaknya, dia juga menghindar dengan sangat cepat. Setelah bertarung cukup lama, Aku mengisi peluru terakhir shotgunku, sementara itu dia berjalan dengan cepat ke sampingku dan menusukan pedangnya kepahaku hingga aku kesakitan. Aku yang kesakitan menembak si Voldemort sementara dia menusukan pedangnya ke kakiku. Dia terlempar dan kesakitan, aku lalu melepaskan pedang itu dari kakiku dan menggunakan pedang itu sebagai senjata, aku berlari kearahnya lalu mencoba menusukannya kejantungnya. Tetapi dia mengangkat uryennya dan mengeluarkan bara api besar di kakiku dan aku terlempar ke jalanan hingga pingsan.
Beberapa detik setelah pingsan, datang seorang berpakaian jas lalu mengambil pedang yang dipegang Aden, namanya Anwari. Dia lalu melihat Voldemort loncat dari lubang yang dibuat dan menghampiriku seraya menembakan Uryen beberapa kali. Aku menghindar dan menusukannya kejantungnya dengan tepat waktu, lalu dia berubah menjadin naga terbang purba dan mulai menyerangku secara membabi buta. Aku mengambil uryen yang dijatuhkannya dan menembakannya beberapa kali hingga tu naga terbakar, dia jatuh lalu musnah menjadi setitik debu.
Akhirnya selama sebulan, dengan walkman dikepala serta IPOD , dua buah shotgun di punggungku juga uryen dan pedang di tanganku. Aku membunuh semua makhluk mutan yang tersisa ato makhlukh mutan yang dibuat oleh Voldemort.